New Updates
Sidebar
Recent posts from different topics.
Showing posts with label Family and Parenting. Show all posts
Showing posts with label Family and Parenting. Show all posts

Thursday, 28 July 2016

5 PERMAINAN TEMAN TRAVELLING BERSAMA ANAK

permainan teman travelling


            Travelling memang menyenangkan. Akan tetapi, buang jauh-jauh bayangan akan travelling yang tenang bila kita mengajak si kecil. Anak-anak kerap berulah, berlari ke sana ke mari, bahkan rewel ketika kita ajak bepergian. Batal, deh, acara travelling asyik yang sudah direncanakan jauh-jauh hari.

            Cara terbaik untuk menenangkan si kecil selama berpergian adalah dengan mengajaknya bermain. Anak-anak sangat menyukai permainan, dan ini bisa menjadi satu cara untuk mewujudkan acara travelling impian kita. Apa saja permainan yang bisa kita lakukan sambil travelling?


       #1 - Bernyanyi Bersama

Menyanyi memang menyenangkan dan merupakan salah satu kegiatan kesukaan anak-anak. Karena itulah ia diajarkan di semua taman kanak-kanak, bukan?
            
              Ajak si kecil menyanyikan lagu anak-anak. Bahkan, kita bisa berkreasi dengan melakukan permainan tebak lagu bersama. Senandungkan nada-nada lagu, kemudian biarkan si kecil menebak lagu apa yang sedang Bunda nyanyikan. Setiap selesai menabak 2 lagu, biarkan si buah hati bergantian memberikan Bunda tebakan yang sama. Wah, perjalanan pasti jadi lebih asyik dan tidak membosankan!


       #2 - Mencari Benda-benda

                    Pernah mendengar permainan “I Spy”, Bunda? Itu adalah permainan anak-anak mancanegara, di mana anak-anak bergantian memberi tebakan tentang benda yang dilihatnya secara bergiliran. Anak yang mendapat giliran, harus memberi petunjuk tentang benda yang ia lihat di sekitar, kemudian anak-anak yang lain menebak nama benda itu berdasarkan petunjuk yang diberikannya. Mungkin permainan ini kedengarannya sangat sederhana. Akan tetapi, ia akan menjadi sangat mengasyikkan bila dimainkan saat travelling, di mana banyak sekali benda-benda menarik yang bisa kita temukan.


       #3 - Permainan “Coba Tebak"

Begini aturan mainnya. Pikirkan tentang seseorang, sebuah tempat, binatang, atau benda lain. Anak-anak boleh memberi paling banyak 20 pertanyaan tentang benda tersebut dan Bunda tinggal menjawab “ya” atau “tidak” berdasarkan keadaan benda tersebut. Bila nama benda tersebut tersebut berhasil diketahui setelah paling banyak 20 pertanyaan, berarti si kecil menang dan boleh memberi Bunda tebakan sebagai hadiahnya. Bila yang terjadi sebaliknya, giliran untuk memberi tebakan tetap ada di tangan Bunda.


        #4 - Permainan “ABC”

Anak-anak yang sudah mulai mengenal alphabet bisa diajak memainkan permainan “ABC”. Aturannya sangat sederhana, Bunda atau ananda menentukan 1 huruf yang akan digunakan dalam permainan. Kemudian, bunda dan ananda harus mencari kata-kata (bisa nama bunga, buah, binatang, atau lainnya) yang berawalan huruf tersebut. Yang terlebih dahulu menemukan 4 kata yang benar, berarti ialah pemenangnya.


       #5 - Mencari Nomor Kendaraan

Permainan yang satu ini cocok dimainkan di tengah perjalanan darat. Untuk memainkan game yang satu ini, kita membutuhkan pensil atau pulpen dan beberapa lembar kertas. Tugas masing-masing pemain adalah mencatat nomor kendaraan dengan kode kota yang berbeda-beda dari setiap kendaraan yang lewat di jalan. Bila pemain mencatat beberapa nomor kendaraan dengan kode kota yang sama, maka ia dihitung 1 jawaban saja. Pemenangnya adalah yang terbanyak mencatat nomor kendaraan hingga tiba di tempat tujuan.


            
             Itulah beberapa contoh permainan yang bisa dilakukan sambil travelling bersama buah hati. Bunda bisa menambahkan sendiri permainan-permainan lain ke dalam daftar. Selamat travelling, Bunda!

Diposkan oleh Unknown

5 PERMAINAN TEMAN TRAVELLING BERSAMA ANAK

Saturday, 23 July 2016

6 TIPS BERBAGI BERITA DUKA DENGAN ANAK


menyampaikan berita duka pada anak


Menyampaikan berita duka pada buah hati tidaklah mudah. Setuju, Bunda? Berita kematian orang terkasih atau berita perceraian dapat membuat anak-anak sedih, bahkan trauma. Dengan beberapa persiapan, menyampaikan berita duka pada si kecil bisa menjadi lebih mudah dan minim goncangan. Simak tipsnya, ya!

Tenangkan Diri

            Sebelum mengungkapkan berita duka pada anak, pastikan Bunda melakukan persiapan. Salah satu persiapan yang penting adalah memeriksa kondisi emosional kita. Sebagai orang dewasa, kitapun merasakan kesedihan serta kekecewaan, dan karena anak-anak adalah pribadi yang sangat cerdas, mereka akan menangkap dengan mudah emosi-emosi negatif tersebut. Karenanya, berhenti dulu sejenak dan tenangkan diri. Bila ingin melepaskan emosi semisal menangis, lakukan dulu ketika Bunda sedang sendirian. Menumpahkan emosi saat menyampaikan berita duka pada buah hati berpotensi membuatnya lebih sedih dan terluka.

Hadapi Reaksi Si Kecil

            Anak-anak memiliki respon berbeda terhadap berita duka, bergantung pada kepribadian masing-masing individu. Siapkan cara untuk menetralisir perasaan anak karena mereka mungkin saja menangis ataupun marah. Ini adalah wajar. Setiap anak membutuhkan waktu untuk menyerap berita duka, sebaik apapun ia disampaikan.

Rencanakan Bagaimana Akan Mengatakannya

            Rencanakan dahulu setiap poin yang ingin Bunda sampaikan pada si kecil. Usahakan mengungkapkannya dengan cara yang sederhana, namun penuh empati. Jangan lupa katakan bahwa setiap berita duka yang kita sampaikan bukanlah kesalahannya dan bahwa kita tidak dapat mengubah hal yang sudah terjadi untuknya, betapapun kita mencintainya.

Tentukan Timing

            Untuk mengungkapkan berita tidak menyenangkan pada si kecil, sebaiknya pilih waktu dimana kita tidak harus melakukan kegiatan lain atau pergi ke suatu tempat. Sebagaimana disebuatkan sebelumnya, anak-anak membutuhkan waktu untuk menyerap berita yang akan kita sampaikan. Beri waktu lebih untuk berdiskusi dan menjawab berbagai pertanyaan si kecil yang pasti muncul.

 
Harus Siap untuk Mendengar

            Tidak hanya beberapa jam, mungkin si kecil butuh waktu beberapa hari untuk benar-benar tenang. Ia mungkin masih menanyakan banyak hal ketika bersama Bunda. Pahamilah bahwa anak-anak memiliki nalar yang masih sederhana sehingga mereka tidak selalu bisa dengan cepat menerima berita duka. Siaplah menjadi pendengar yang baik. Jawablah pertanyaan-pertanyaan mereka dengan sabar dan penuh perhatian.

Siapkan Lingkungan Sekitar

            Satu lagi yang perlu dilakukan adalah membagi berita duka tersebut pada orang-orang yang sering berhubungan dengan si kecil, misalnya pihak sekolah, keluarga besar, dan teman-teman dekat kita. Mengapa itu penting? Menyampaikan kepada pihak sekolah bahwa Anda baru saja bercerai, misalnya, akan membuat pihak sekolah lebih memahami kondisi emosianal si kecil. Ingatkan pihak sekolah bahwa si kecil mungkin akan menjadi lebih pendiam dan agak susah berkonsentrasi di kelas. Sampaikan pula bahwa Bunda menunggu kabar tentang kondisi si kecil selama di sekolah, supaya bisa ditindaklanjuti di rumah.


            Hal buruk pasti terjadi. Berita duka tidaklah dapat dihindarkan. Kuatkan diri Bunda menghadapi setiap yang terjadi supaya dapat memberi perhatian khusus pada perasaan dan kondisi emosi buah hati. Dengan begitu rasa tertekan dan trauma pada si kecil bisa dicegah.
           



  

Diposkan oleh Unknown

6 TIPS BERBAGI BERITA DUKA DENGAN ANAK

Friday, 10 June 2016

Cara Cerdas Menyimpan Bawang Putih

menyimpan-bawang-putih


Bawang putih adalah salah satu bumbu masakan yang pasti ada di setiap masakan Indonesia. Selain manfaatnya sebagai penyedap masakan, bawang putih juga dikenal sebagai obat herbal yang mampu memerangi kanker. Sayangnya, penyimpanan bawang putih terbilang sulit, karena ia mudah sekali rusak dan berkecambah. Nah, bagaimanakah cara menyimpan bawang putih yang benar?


Simpan dalam Bonggol Utuh

          Menyimpan bawang putih dalam bonggol utuh dapat membuatnya awet hingga beberapa bulan. Akan tetapi, pilih bawang putih yang masih keras dan kulitnya kering. Bawang putih yang sudah lunak menandakan bahwa ia sudah tua sehingga tidak akan awet bila disimpan. Satu lagi yang perlu diperhatikan, siung bawang putih yang sudah terlepas dari bonggolnya hanya dapat bertahan selama 3 hingga 10 hari. Jadi, gunakan bawang putih dengan segera begitu Anda melepasnya dari bonggolnya.


Pilih Tempat yang Kering dan Gelap

          Cahaya dan kelembaban adalah faktor yang membuat bawang putih lekas berkecambah. Karena itu, selalu simpan bawang putih di tempat yang gelap dan kering serta bersirkulasi udara baik. Kita bisa meletakkannya di keranjang berlubang atau di dalam kantong kertas yang terbuka. Hindari menyimpannya di dalam plastik yang tertutup karena bisa membuatnya ditumbuhi jamur.


Hindari Menyimpannya di Kulkas

          Memasukkan bawang putih ke dalam kulkas akan membuatnya justru lebih cepat berkecambah. Bawang putih yang telah berkecambah dapat memberikan rasa pahit pada makanan. Mendinginkan bawang putih juga dapat membuatnya mudah ditumbuhi jamur. Sebagai catatan, bawang putih hanya dapat bertahan pada suhu minimal 16 derajat celcius. 


Bila Terlanjur Mengupasnya

          Bila terlanjur mengupas bawang putih terlalu banyak, Anda boleh menyimpan sisanya di dalam lemari es. Namun, selalu gunakan wadah penyimpanan dari plastik yang tertutup rapat. Karena bawang putih dalam kondisi ini tidak dapat bertahan lama, usahakan untuk menggunakannya dalam 1 atau 2 hari saja supaya rasanya tidak berubah.

          Cara lainnya, simpan bawang putih yang sudah dikupas setelah dipanggang. Bawang putih yang telah dipanggang dapat bertahan hingga 2 minggu dan memiliki citarasa istimewa untuk melezatkan masakan.

Bawang putih yang telah dikupas dapat pula disimpan di dalam minyak zaitun. Simpan bawang putih di dalam wadah plastik atau kaca, kemudian masukkan minyak zaitun dalam wadah hingga seluruh bawang putih terendam. Kemudian, tutup wadah hingga rapat. Satu catatan penting, bawang putih di dalam minyak hanya boleh disimpan di dalam freezer. Bila tidak, ia akan ditumbuhi bakteri clostridium botulinum yang dapat menyebabkan penyakit berbahaya.


          Nah, Ladies, sudah tahu, kan, cara yang benar untuk menyimpan bawang putih? Dengan cara di atas, bawang putih bisa bertahan dalam beberapa minggu, bahkan beberapa bulan sebelum Anda mengolahnya. Selamat mencoba!



Diposkan oleh Unknown

Cara Cerdas Menyimpan Bawang Putih

Thursday, 9 June 2016

Tips Mengasuh Anak Setelah Perceraian



           Perceraian tentu bukanlah impian semua orang, tak hanya bagi pasangan yang memutuskan untuk bercerai, melainkan juga bagi anak-anak yang orangtuanya berpisah. Salah satu tugas utama bagi orangtua yang memutuskan untuk berpisah adalah menemukan cara mengasuh buah hati berdua, tanpa membuat mereka merasakan dampak buruk sebuah perceraian. Memang tidak mudah, namun dengan kerjasama yang solid antara kedua orangtua, hal ini bukanlah tidak mungkin untuk diwujudkan.

Kembangkan Komunikasi Positif

            Menjalin komunikasi yang baik antar orangtua merupakan salah satu hal yang paling utama. Tempatkan diri Anda dan mantan pasangan sebagai sepasang rekan bisnis, dimana mengasuh buah hati adalah bisnisnya. Karena itu, perhatikan cara kita dalam berkomunikasi. Pastikan Anda tetap berhubungan dengan santun dan penuh hormat, antara lain dengan menjaga nada bicara, bersikap fleksibel bila memungkinkan, dan mau mendengar pendapat mantan istri/suami.

 
Menyamakan Aturan

            Sinergikan persepsi tentang bagaimana kita akan mendidik anak. Sangatlah penting untuk menerapkan aturan yang konsisten baik di rumah ayah atau ibu. Ini tidak berarti bahwa ayah dan ibu harus memiliki aturan yang sama persis. Hanya saja, usahakan supaya si kecil merasakan harapan yang sama mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap positif. Hormati pula sanksi tertentu yang diterapkan mantan pasangan kepada si kecil ketika ia melanggar aturan. Misalnya, bila si kecil tidak diperbolehkan nonton TV di rumah salah satu orang tua, terapkan pula sanksi tersebut ketika buah hati sedang bersama Anda.

Perhatikan Kebutuhan Fisik dan Mental Anak

            Pastikan kedua orangtua hadir secara fisik dan psikis untuk ananda. Kedua orang tua perlu terlibat langsung di keseharian si kecil. Utamakan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan finansialnya dengan membuat kesepakatan yang dipatuhi kedua belah pihak. Ketika si kecil sakit, buatlah giliran membawanya ke dokter, atau pergilah bersama bila memungkinkan. Pastikan pihak sekolah mengetahui kondisi keluarga Anda, sehingga mereka bisa lebih memahami kondisi psikis si kecil. Buatlah juga catatan yang rinci mengenai biaya-biaya yang harus ditanggung bersama tentang kebutuhan anak.

Ketika Anak-anak Harus Berpindah Rumah

            Ingatkan si kecil sehari sebelum ia harus pergi ke tempat orangtua yang lain. Bergantung pada usia si kecil, bantu ia bersiap-siap untuk memastikan tidak ada benda penting yang tertinggal. Satu yang perlu diingat, usahakan jangan menjemput si kecil ke tempat ayah/ibunya, melainkan tunggu hingga ia diantarkan ke rumah Anda. Hal ini penting supaya kita tidak mengganggu saat-saat kebersamaan si kecil dengan orangtua yang lain.
            Ketika si kecil tiba di rumah kita, mulailah dengan kegiatan-kegiatan yang membuatnya tenang, misalnya membaca buku beesama. Bila si kecil tampaknya membutuhkan waktu untuk sendiri dan membiasakan dirinya, beri ia ruang untuk itu. Untuk membuat si kecil merasa lebih nyaman, usahakan menyediakan benda-benda penting, misalnya peralatan mandi dan piyama di kedua rumah. Siapkan pula hal-hal yang menyenangkan untuk si kecil setiap kali akan datang ke rumah kita, misalnya masakan spesial atau kegiatan yang bisa dilakukan berdua.

Ketika Terjadi Perbedaan

            Tetaplah berkomunikasi dengan santun dan penuh respek. Jangan beradu mulut di depan anak-anak, sekalipun Anda sedang dalam keadaan emosi. Ungkapkan pandangan-pandangan Anda untuk didiskusikan secara terbuka dengan pasangan tanpa melibatkan anak-anak. Bila tidak juga tercapai kesepakatan, gunakan pihak ketiga, misalnya konselor keluarga atau teman yang bisa menjadi mediator. Selain itu, usahakan untuk tidak membesar-besarkan masalah dan kembangkan sikap kompromi untuk hal-hal yang bukan prinsip.




    

Diposkan oleh Unknown

Tips Mengasuh Anak Setelah Perceraian

Friday, 3 June 2016

6 Kiat Agar “Si Mbak” Betah Bekerja di Rumah

asisten-rumah-tangga


Kehadiran Asisten Rumah Tangga (ART) atau yang kini biasa disebut “si mbak” telah menjadi bagian penting dalam keseharian keluarga di Indonesia. Beberapa keluarga bahkan akan merasa sangat terganggu bila “si mbak” sedang sakit atau cuti karena suatu keperluan. Karena itu, sangatlah penting untuk menjaga hubungan dengan asisten rumah tangga. Tujuannya, supaya mereka tetap betah dan senang bekerja di rumah kita. Apa sajakah kiatnya?



#1 – Wawancara Sebelum Bekerja

          Wawancara sebelum bekerja sangatlah penting untuk mengetahui latar belakang calon Asisten Rumah Tangga kita. Hal yang perlu diketahui adalah terkait pengalaman kerjanya, kinerjanya di rumah majikan lama, apakah ia memiliki penyakit tertentu yang bisa mempengaruhi pekerjaan, gaji yang diharapkan, dan sebagainya. Pada saat wawancara, penting juga bagi kita untuk memberi gambaran tentang pekerjaan yang akan ia lakukan. Beri tahukan padanya jenis pekerjaan yang menjadi tugas hariannya dan tugas-tugas tambahan bila ada. Berikan juga informasi bila misalnya Anda memiliki anak kecil, bila ada anjing di rumah, seberapa besar rumah Anda, dan lain sebagainya. Ini penting supaya calaon ART bisa mengukur bobot pekerjaannya di rumah kita.


#2 – Berikan Gaji yang Pantas

          Sangatlah penting untuk memberikan gaji yang pantas bagi ART, karena kalau tidak, ia tidak akan betah bekerja. Berikan pula bonus-bonus secara teratur, misalnya Tunjangan Hari Raya, ongkos pulang kampung ketika lebaran,  atau ketika Anda merasa hasil kerjanya bagus. Yang tak kalah pentingnya adalah membayarkan gaji tepat waktu. Bila kita sering terlambat membayarkan gaji, tak menutup kemungkinan ART menjadi tidak betah dan memilih bekerja pada orang lain.


#3 – Berikan Kamar yang Layak

          Untuk membuat ART betah, pastikan kita memberikan kamar yang layak bagi asisten rumah tangga. Kamar yang diberikan tidak perlu besar, yang penting bersih serta memiliki pencahayaan dan ventilasi yang cukup.


#4 – Perhatikan Kesehatan

          Ketika “si mbak” sakit, kita pasti kerepotan. Karenanya, kita perlu memberi perhatian pada kesehatannya. Jangan lupa memperhatikan makan, minum, dan istirahat bagi ART. Selain itu, jangan pelit juga untuk membelikannya obat ketika sakit dan jangan memaksanya bekerja berat. Lebih baik kurangi bobot pekerjannya hingga ia sehat kembali.


#5 – Perlakukan dengan Sopan

          Hanya karena ia bekerja dengan kita, bukan berarti kita boleh membentak atau memperlakukan ART dengan kasar. Ketika memberi instruksi atau mungkin sedang menegur ART, tetap lakukan dengan bahasa yang sopan. Ajari juga anak-anak untuk bersikap baik dan sopan ketika meminta sesuatu padanya.


#6 – Berikan Waktu Libur

          Tidak ada orang yang bisa bekerja tanpa libur, begitupun “si mbak”. Beri ia hari libur full misalnya sebulan sekali. Beri juga ia waktu cuti ketika lebaran. Adanya hari libur sangat diperlukan supaya ia tidak jenuh dan dapat bekerja dengan maksimal.


Diposkan oleh Unknown

6 Kiat Agar “Si Mbak” Betah Bekerja di Rumah

Wednesday, 18 May 2016

Tips Mudah Ajari Anak Berpuasa



           Bulan Ramadhan akan segera tiba. Mungkin ini adalah saat yang tepat untuk mengajarkan kepada si buah hati untuk ber puasa. Ada beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk membiasakan si kecil puasa Ramadhan. Simak, ya, Bunda!


Beri Pengertian Pentingnya Puasa

            Memperkenalkan si kecil terhadap kewajiban puasa bukan berarti kita mewajibkannya berpuasa. Yang terpenting, si kecil mengetahui bahwa puasa adalah kewajibannya sebagai seorang muslim dan bersedia dengan senang hati melakukannya. Karena itu, sampaikan kepada si kecil tentang makna puasa, hikmah-hikmah di dalamnya, dan keutamaan-keutamaan bagi yang menjalankannya secara bertahap sesuai tingkat pengertiannya.


Ajak si Kecil Makan Sahur

            Bila tidak dibiasakan sejak dini, sahur akan terasa berat bagi si kecil. Bagaimana tidak, mereka diharuskan bangun pagi-pagi sebelum waktu shubuh untuk makan sahur. Triknya, siapkan masakan kesukaan si kecil pada saat makan sahur. Usahakan juga untuk menyediakan minuman yang manis, misalnya susu atau teh hangat karena kandungan gula di dalam minuman tersebut mudah diserap tubuh. Dengan demikian, anak-anak akan memperoleh cukup cadangan glukosa dalam tubuhnya untuk menghadapi puasa. Satu yang perlu diingat, jangan memberikan suplemen penambah nafsu makan ketika sahur karena akan membuat si kecil lekas merasa lapar.


Ketika si Kecil Merasa Lapar di Siang Hari

            Jangan memaksa anak-anak berpuasa hingga waktu maghrib karena mereka belum kuat. Apabila si kecil merasa lapar dan ingin membatalkan puasanya, biarkan mereka makan dan minum di tengah hari. Akan tetapi, batasi waktu makan dan minum tersebut, misalnya 30 menit, dan kemudian ajak ia untuk berpuasa kembali hingga waktu maghrib tiba.


Bila Tiba Saatnya Berbuka 

Waktu berbuka adalah saat-saat yang ditunggu-tunggu. Siapkan makanan manis sebagai hidangan takjil, misalnya buah-buahan, agar-agar, teh hangat, atau susu. Selain karena kandungan gulanya yang mudah diserap tubuh, menyiapkan makanan-makanan manis yang menarik akan membentuk memori indah di benak si kecil tentang puasa. Dengan demikian, mereka akan dengan senang hati untuk ikut berpuasa, bahkan menunggu-nunggu waktu Ramadhan tiba setiap tahunnya. Satu lagi, sediakan menu berbuka yang kaya akan nutrisi dan jangan memulai waktu berbuka dengan makanan atau minuman dingin.


Beri Reward

            Kebanyakan anak-anak belajar dengan sistem “reward and punisment”, karenanya beri si kecil hadiah setiap kali menyelesaikan puasanya dalam sehari. Hadiahnya tak perlu mahal, bisa berupa pujian, pelukan, memasakkan makanan kesukaannya untuk buka puasa, dan sebagainya. Boleh saja memberi hadiah berupa benda, namun jangan lakukan terus menerus untuk menghindari si kecil berpuasa karena mengharapkan hadiah.



            Bunda, sudah siap, kan, menyambut Ramadhan? Untuk membiasakan si kecil berpuasa, kita memang harus kreatif. Let’s be a smart mommy!

Diposkan oleh Unknown

Tips Mudah Ajari Anak Berpuasa

Monday, 9 May 2016

Waspadai Bahaya Soft Drink bagi Si Kecil!

bahaya-soft-drink
           

            Bagi anak-anak, soft drink atau minuman bersoda mungkin sangatlah lezat dan menimbulkan selera. Beberapa orang tua tak ragu untuk memberikan minuman bersoda tersebut bagi anak-anaknya untuk membuat mereka senang. Apakah baik bila kita memberikan soft drink  sebagai camilan untuk ananda? Ternyata, minuman bersoda mengandung berbagai zat yang tidak baik bagi tubuh orang dewasa maupun anak-anak. Beberapa zat-zat berbahaya tersebut bahkan bisa menyebabkan kerusakan otak. Berikut kami ulas bahaya soft drink bagi anak-anak.


Bahaya Soft Drink bagi Gigi si Kecil

            Di dalam sebotol minuman bersoda, terkandung sekitar 10 sendok makan gula. Wow, banyak sekali, kan? Karena itulah, konsumsi minuman bersoda yang berlebihan dapat menyebabkan obesitas, timbulnya plak di gigi, hingga kerusakan gigi. Selain itu, kandungan asam di dalam soda juga dapat mengikis email gigi bila dikonsumsi terus menerus.


Minuman Bersoda dapat Menyebabkan Kerusakan Otak

            Kandungan phenylalanine di dalam soft drink mungkin adalah salah satu ayng paling patut diwaspadai. Dalam jumlah berlebih, phenylalanine dapat menyebabkan kejang, gangguan phenylketonuria, hingga kerusakan pada otak. Kita tentu tidak ingin hal ini terjadi pada si kecil, kan? Karena itu, jauhkan anak-anak dari minuman bersoda yang berbahaya.


Soft Drink Sebabkan Hiperaktif?

            Para ahli berpendapat bahwa gula olahan yang terkandung di dalam minuman bersoda akan masuk ke dalam aliran darah ketika anak-anak meminumnya. Dalam beberapa kasus, hal ini merangsang produksi adrenalin dalam tubuh si kecil dan membuatnya merasa sangat bertenaga, bahkan dapat menimbulkan hiperaktif.


Bahaya Kandunagn Tanin dalam Soft Drink

            Meskipun tanin yang terkandung di dalam teh dapat bermanfaat sebagai antioksidan, kandungan tanin yang terlalu tinggi dalam minuman bersoda bisa berbahaya. Anak-anak tidak boleh mengkonsumsi terlalu banyak zat yang satu ini, dan batas toleransinya hanyalah 2 gelas sehari. Tanin adalah zat yang dapat mengikat zat besi. Bila dikonsumsi secara berlebihan, tanin dapat menyebabkan kekurangan zat besi.


Potassium Benzoat = Kanker

            Salah satu zat berbahaya ayng terkandung di dalam soft drink adalah potassium benzoat. Zat yang satu ini akan diurai menjadi benzena oleh tubuh setelah dikonsumsi. Bila minuman bersoda dibiarkan di bawah sinar matahari selama beberapa waktu, benzena yang terkandung di dalamnya akan berubah menjadi karsinogen yang dapat menyebabkan kanker.
           

            Itulah beberapa kandungan berbahaya yang terdapat di dalam minuman bersoda. Ayah dan Bunda harus mewaspadai bahayanya dan membatasi konsumsi minuman ini pada anak-anak. Bila perlu, jauhkan soft drink dan gantilah dengan minuman lain yang lebih sehat, seperti air putih dan susu. 



  

Diposkan oleh Unknown

Waspadai Bahaya Soft Drink bagi Si Kecil!